Produk Pakan Non AGP “UB-Feed”

Anggota Pusat Kajian Tropical Poultry Research and Technologi telah berhasil membuat produk berupak pakan imbuhan “UB Feed” untuk ayam petelur dan ayam broiler sebagai pengganti antibiotik. Produk ini berhasil dibuat berdasarkan hasil-hasil penelitian anggota RG di tentang prebiotik, probiotik, acidifier, phytibiotik dan asam amino. Produk tersebut mulai dipasarkan kepada peternak-peternakan ayam broiler dan petelur yang ada di Indonesia. Karena produk tersebut free antibiotik dan aman digunakan dalam jangka panjang.

Sosialisasi Dampak Penggunaan AGP di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang

Hari Sabtu, tanggal 21 April 2018 anggota riset grup Tropical Poultry Research bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Malang telah melaksanakan kegiatan sosialisai dampak penggunaan AGP dan solusinya kepada warga binaan di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Peternakan unggas khususnya peternak ayam petelur di daerah tersebut masih terbilang baru, yaitu dimulai sejak tahun 2015. Akan tetapi mereka sudah memiliki populasi yang cukup sebagai peternak pemula. Sehingga dengan diadakannya sosialisai tentang penggunaan pakan non AGP mereka sangat antusias. Hal ini terbukti dari masyarakat atau peternak yang hadir yaitu sekitar 50 orang serta pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan. Kegiatan sosialisai tersebut dihadiri oleh kepala desa Arjosari serta Kepala bidang perbibitan,pakan dan produksi peternakan kab. malang. Pemateri dari anggota RG yaitu Dr.Ir. Eko Widodo M.Agr.Sc yang memaparkan tentang “pakan non AGP dan solusinya” serta Dr.Ir.Irfan H.Djunaidi yang memaparkan tentang “manajemen ayam petelur dan sanitasinya” memberikan materi yang cukup menarik bagi mereka, sehingga diharapkan kedepannya peternak di desa arjosari tersebut dapat memahami tentang bahaya pakan non AGP dan memiliki manajemen yang baik untuk peternakannya.

Sosialisasi Dampak Penggunaan Antibiotik Growth Promotor (AGP) oleh Pusat Kajian Tropical Poultry Research and Technology

Berdasarkan Permentan Nomor 14 tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan, penggunaan AGP sebagai pakan pada ternak dilarang.Akan tetapi untuk menghentikan penggunaan antibiotik di dunia peternakan masih sulit dilakukan.Hal ini dikarenakan oleh kurangnya sosialisasi yang dilakukan dan peternak beranggapan belum ada solusi untuk mengganti AGP yang selama ini dapat meningkatkan produktivitas ternak,khususnya pada ternak unggas.AGP merupakan antibiotik yang berfungsi sebagai growth promotor yang memiliki dampak negatif apabila dikonsumsi secara terus menerus oleh ternak. Antibiotik tersebut juga akan tersimpan sebagai rrsidu dalam produk-produk peternakan seperti daging dan telur.

Pada tanggal 26 januari 2018,pusat kajian tropical poultry research and technology yang bekerjasama dengan dinas peternakan dan CV agro poultry solution mengundang para pelaku peternakan seperti pemilik poultry shop, peternak ayam pedaging,peternak ayam petelur,technical service, marketing dan sebagainya untuk menghadiri sosialisasi tentang dampak penggunaan AGP terhadap produk-produk hasil peternakan.

Tema yang dibahas dalam kegiatan tersebut yaitu tentang permasalahn bahaya AGP oleh Dr.Ir.Eko Widodo MAgr.Sc dan persentasi tentang hasil penelitian UB Feed Imbuhan Pakan oleh Dr.Halim Natsir S.Pt.MP. dimana kegiatan tersebut berjalan lancar dan antusiasme peserta yang luar biasa