Sosialisasi Dampak Penggunaan Antibiotik Growth Promotor (AGP) oleh Pusat Kajian Tropical Poultry Research and Technology

Berdasarkan Permentan Nomor 14 tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan, penggunaan AGP sebagai pakan pada ternak dilarang.Akan tetapi untuk menghentikan penggunaan antibiotik di dunia peternakan masih sulit dilakukan.Hal ini dikarenakan oleh kurangnya sosialisasi yang dilakukan dan peternak beranggapan belum ada solusi untuk mengganti AGP yang selama ini dapat meningkatkan produktivitas ternak,khususnya pada ternak unggas.AGP merupakan antibiotik yang berfungsi sebagai growth promotor yang memiliki dampak negatif apabila dikonsumsi secara terus menerus oleh ternak. Antibiotik tersebut juga akan tersimpan sebagai rrsidu dalam produk-produk peternakan seperti daging dan telur.

Pada tanggal 26 januari 2018,pusat kajian tropical poultry research and technology yang bekerjasama dengan dinas peternakan dan CV agro poultry solution mengundang para pelaku peternakan seperti pemilik poultry shop, peternak ayam pedaging,peternak ayam petelur,technical service, marketing dan sebagainya untuk menghadiri sosialisasi tentang dampak penggunaan AGP terhadap produk-produk hasil peternakan.

Tema yang dibahas dalam kegiatan tersebut yaitu tentang permasalahn bahaya AGP oleh Dr.Ir.Eko Widodo MAgr.Sc dan persentasi tentang hasil penelitian UB Feed Imbuhan Pakan oleh Dr.Halim Natsir S.Pt.MP. dimana kegiatan tersebut berjalan lancar dan antusiasme peserta yang luar biasa

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *